Tesis Pengembangan Konsep Pemukiman Berkelanjutan (Studi Kasus di Pemukiman Kumuh Kecamatan Banda Sakti Kota Lhokseumawe) 04063
Pengembangan Konsep Pemukiman Berkelanjutan (Studi Kasus di Pemukiman Kumuh Kecamatan Banda Sakti Kota Lhokseumawe) 04063
Kota Lhokseumawe sebagian besar dimanfaatkan untuk kebutuhan pemukiman. Kebutuhan perumahan dan sarana prasarana pemukiman semakin meningkat dengan jumlah penduduk yang semakin bertambah. Permukiman kumuh cenderung dengan permasalahan status kependudukan dan masalah permukiman sebagai tempat tinggal yang mempunyai kualitas di bawah standar minimal dalam lingkungan yang kurang sehat dan tidak didukung oleh jasa pelayanan kota seperti air minum, sanitasi, drainase (gorong-gorong), jalur pejalan kaki dan jalan akses darurat. Untuk saat ini pemukiman kumuh menjadi perhatian utama pemerintah kota Lhokseumawe. Penelitian ini merumuskan masalah bagaimana profil kondisi sosial, ekonomi dan lingkungan pemukiman kumuh di Gampong Pusong Kecamatan Banda Sakti Kota Lhokseumawe dan bagaimana pengembangan konsep pemukiman berkelanjutan di pemukiman kumuh Gampong Pusong Kecamatan Banda Sakti Kota Lhokseumawe. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif. Tehnik pengumpulan data melalui observasi langsung, wawancara mendalam, kuesioner, fokus group diskusi, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa profil kondisi sosial, ekonomi, lingkungan pemukiman kumuh di Gampong Pusong Kecamatan Banda Sakti belum menuju kepada pembangunan berkelanjutan. Total semua indikator baik dari aspek sosial, ekonomi dan lingkungan mempunyai kecenderungan rendah. Pengembangan konsep pemukiman yang baik menurut penulis adalah pemanfaatan potensi laut yang berkelanjutan berbasis masyarakat dengan mengembangkan konsep minapolitan. Disarankan kepada pemerintah kota Lhokseumawe agar lebih berkomitmen dan serius untuk penanganan pemukiman kumuh di Gampong Pusong. Untuk penduduk pendatang dilakukan pengurangan laju pertumbuhan penduduk dikawasan Pusong. Hal ini dapat dilakukan dengan pembatasan jumlah penduduk yang masuk dan tinggal di kawasan tersebut. Perlu dilakukan peningkatan penertiban perpetakan lahan di Gampong Pusong melalui konsolidasi tanah. Perlu adanya keinginan pemerintah mulai Gampong, Kecamatan sampai tingkat Kota untuk bekerja sama dengan masyarakat dalam meningkatkan kualitas lingkungan melalui bina lingkungan berkelanjutan. DOWNLOAD FILENYA



















