loading...

Perkembangan teknik SIG telah mampu menghasilkan berbagai fungsi analisis yang canggih. Fungsi-fungsi analisis yang dimaksudkan disini adalah fungsi yang memanfaatkan data yang telah dimasukan ke dalam SIG dan telah mendapatkan berbagai manipulasi persiapan dan bukan fungsi untuk keperluan produk. Fungsi-fungsi tersebut antara lain : fungsi pengolahan dan analisa data atribut atau special, dan fungsi intergrasi analisis data spasial dan atribut.
Cara suatu fungsi SIG diimplementasikan umumnya tergantung pada beberapa faktor seperti model data (data raster vs data vector), piranti keras, dan tersedia criteria kelengkapan faktor-faktor ini penting dan memerlukan persyaratan khusus yang dievaluasi secara seksama.
Kekuatan SIG terletak pada kemampuan analisis yang bersifat memadukan data spasial dan atribut sekaligus. Hal ini juga membedakannya dari sistem pemetaan otomatis dan penggambaran dengan komputer seperti CAD. Berbagai orientasi pengolahan informasi spasial diringkaskan pada gambar 6-4 yang terdiri dari pemetaan otomatis, pemetaan termatik, pemodelan tumpang-tindih, statistik spasial, analisa spasial, penambagan spasial, konversi data peta menjadi data tabulasi, dan intergrasi basis pengetahuan dalam pencarian data. Tidak semua SIG mempunyai fungsi-fungsi di atas. Adakalanya suatu piranti lunak mengembangkan kekuatan dibagian tertentu saja misalnya dalam analisis atau hanya pada disain produk, dan lain-lain.
Untuk menyederhanakan berbagai kelompok analisis ini, Aronoff (1993) mengelompokkanmenjadi 4 katagori, yaitu (a) fungsi pemanggilan/pengukuran data, (b) fungsi tumpang tindih, (c) fungsi tetangga, dan (d) fungsi jaringan atau keterkaitan. Dan uraian yang diikuti dalam buku ini mengikuti struktur tersebut.